Survival Project
(MUHAMMAD ABDUH)
(MUHAMMAD ABDUH)
Bismillahirrahmanirrahim
Laporan BPS (Juli 2007) menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar 37,17 juta (16,58%). Terjadi penururnan sebesar 1.17% dibandingkan Maret 2006 yang mencapai 39.30 juta jiwa. Terlepas dari polemik mengenai standar penghitungan angka-angka tersebut, namun yang pasti laporan diatas menunjukkan masih begitu besarnya orang yang terkena bencana kemiskinan di negeri ini.
Laporan BPS (Juli 2007) menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar 37,17 juta (16,58%). Terjadi penururnan sebesar 1.17% dibandingkan Maret 2006 yang mencapai 39.30 juta jiwa. Terlepas dari polemik mengenai standar penghitungan angka-angka tersebut, namun yang pasti laporan diatas menunjukkan masih begitu besarnya orang yang terkena bencana kemiskinan di negeri ini.
Disisi lain, beberapa waktu yang lalu sebuah penelitian yang dilakukan sebuah lembaga keuangan di Amerika menunjukkan fakta kebalikan. Pada laporannya yang diumumkan bulan oktober lalu diungkapkan bahwa jumlah orang tajir (dengan kekayaan diatas Rp 9milyar) sampai penutupan tahun lalu berjumlah 20.000 orang, meningkat sebesar 16,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam hal ini Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Singapura dan India.
Namun yang menyakitkan, dalam penelitian ini, juga di sampaikan bahwa dari 55.000 orang kaya Singapura, 18.000 diantaranya adalah warga asal Indonesia yang telah mendapat izin tinggal permanent (permanent resident) di negeri tersebut. (Gatra 50, oktober 2007). Dan ini berarti kekayaan mereka juga mereka bawa ke negeri tersebut.
Paparan adalah bagian kecil realitas masalah bangsa kita hari ini ditengah begitu maraknya bencana (baik bencana alam, maupun social) lain yang silih berganti datang, laiknya sebuah sinetron kejar tayang di negeri ini. Negeri yang telah Allah anugerahi natural source (sumber alam) yang luar biasa, maupun anugerah hidayah Islam pada para mayoritas penduduknya.
Factor-faktor penyebab
Factor-faktor penyebab
Kalu kita mau merenungi Al-qur’an sejenak, maka kita akan melihat krisis multidimensi adalah suatu keniscayaan bagi suatu bangsa. Allah berfirman: “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami Membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami Adzab (penduduknya) dengan adzab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh).” (Al-Isra’: 58). Krisis ini terbentuk bukan dengan sendirinya melaikan disebabkan oleh beberapa factor-faktor mendasar (Manhaj 1247), diantaranya:
Pertama, kelalaian terhadap prinsip-prinsip kebenaran agama.
”Maka tatkala mereka melupakan perinagatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun Membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Al-an’Am: 44).
”Maka tatkala mereka melupakan perinagatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun Membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (Al-an’Am: 44).
Kedua, melemahnya kepekaan terhadap realitas ketimpangan yang terjadi
”Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami Selamatkan orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami Timpakan kepada orang-orang yang zalim Siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (Al-A’raf: 165)
”Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami Selamatkan orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami Timpakan kepada orang-orang yang zalim Siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (Al-A’raf: 165)
Ketiga, tidak mensyukuri nikmat material, maupun spiritual yang diberikan
”Mengapa Allah akan Menyiksamu, jika kamubersyukur dan beriman? Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (An-Nissa’: 147)
”Mengapa Allah akan Menyiksamu, jika kamubersyukur dan beriman? Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (An-Nissa’: 147)
Keempat, penyelewengan wewenang terhadap otoritas (kekuasaan) yang diberikan
”Dia (Balqis) berkata: ’sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.” (An-Naml: 34)
”Dia (Balqis) berkata: ’sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.” (An-Naml: 34)
Kelima, hilangnya keharmonisan dan kontrol sosial
”.....Dan sekiranya Allah tiada Menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah Yahudi, dan mesjid-mesjid yang didalamnya banyak disebut Nama Allah. ....” (Al-Hajj: 40)
” ...... . Seanadainya Allah tidak Menolah (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. ....” (Al-Baqarah: 251)
” Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami Jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al-An’am: 108)
”Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di Sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)
”.....Dan sekiranya Allah tiada Menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah Yahudi, dan mesjid-mesjid yang didalamnya banyak disebut Nama Allah. ....” (Al-Hajj: 40)
” ...... . Seanadainya Allah tidak Menolah (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. ....” (Al-Baqarah: 251)
” Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami Jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al-An’am: 108)
”Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di Sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13)
Keenam, hilangnya Spirit menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu (muhammad) berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan Mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al-Anfal: 33)
”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu (muhammad) berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan Mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al-Anfal: 33)
Urgensi Gerakan Pembangunan Ummat
Melihat kondisi yang memperihatinkan ini, diperlukan kesadaran dari berbagai pihak dalam tubuh ummat ini dalam rangka semangat bersama untuk bangkit memecahkan berbagai permasalahan tersebut, agar harga diri ummat dan bangsa ini dapat dikembalikan sesuai fitrahnya. ”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman.” (Ali-Imran: 139).
Maka dari itu diperlukan suatu cara dalam rangka survival project (proyek kebangkitan) tersebut. ” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan(cara) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Ma’idah: 35).
Allah telah menggariskan dalam Al-qur’an bahwa jalan (cara) yang diperlukan suatu umat (bangsa) adalah dengan menjadi bagian pada suatu barisan pergerakan kebangkitan ummat yang terorganisir dengan baik (serta sesuai Al-qur’qn dan sunnah), yang bertujuan untuk membentuk suatu masyarakat yang madani (baca: Islami).; ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (ali-’Imran: 104). ” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di Jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4).
Semoga dengan ini janji Allah akan segera terwujud: ”Dan sesungguhnya telah Kami tulis dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwa sanya bumi ini di pusakai Hamba-hamba-Ku yang saleh.” (Al-Anbiya’: 105)
Wallahu a’lam bishawab
Melihat kondisi yang memperihatinkan ini, diperlukan kesadaran dari berbagai pihak dalam tubuh ummat ini dalam rangka semangat bersama untuk bangkit memecahkan berbagai permasalahan tersebut, agar harga diri ummat dan bangsa ini dapat dikembalikan sesuai fitrahnya. ”Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman.” (Ali-Imran: 139).
Maka dari itu diperlukan suatu cara dalam rangka survival project (proyek kebangkitan) tersebut. ” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan(cara) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Ma’idah: 35).
Allah telah menggariskan dalam Al-qur’an bahwa jalan (cara) yang diperlukan suatu umat (bangsa) adalah dengan menjadi bagian pada suatu barisan pergerakan kebangkitan ummat yang terorganisir dengan baik (serta sesuai Al-qur’qn dan sunnah), yang bertujuan untuk membentuk suatu masyarakat yang madani (baca: Islami).; ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (ali-’Imran: 104). ” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di Jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4).
Semoga dengan ini janji Allah akan segera terwujud: ”Dan sesungguhnya telah Kami tulis dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwa sanya bumi ini di pusakai Hamba-hamba-Ku yang saleh.” (Al-Anbiya’: 105)
Wallahu a’lam bishawab
Referensi:
v BPS 2007: Tingkat kemiskinan Indonesia, 2 Juli 2007.
v Gatra.Com, 26 Oktober 2007.
v Manhaj 1247 KAMMI.
v BPS 2007: Tingkat kemiskinan Indonesia, 2 Juli 2007.
v Gatra.Com, 26 Oktober 2007.
v Manhaj 1247 KAMMI.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar